Langsung ke konten utama

Sering Pelupa di Usia yang Masih Muda? Waspada Gangguan Kognitif Ringan




Apa saja faktor pemicu yang menyebabkan mudah lupa di usia muda?

Gaya hidup manusia modern yang banyak menghabiskan waktu dengan teknologi yang semakin canggih membuat kegiatan sehari-hari menjadi mudah dilakukan dan lebih cepat selesai. Sayangnya, keadaan kurang bergerak dapat mempengaruhi memori pada otak. Selain itu, beban kerja yang tinggi di usia muda membuat kondisi ini semakin parah, apalagi jikalau Anda jarang memanfaatkan waktu istirahat dengan baik dan banyak mengkonsumsi obat obatan yang menyebabkan sedasi, seperti obat penenang, antidepresan dan over-the-counter yang membantu tidur tentu bukanlah hal baik untuk kesehatan, sebab pengaruh dari obat obatan tersebut membuat otak akan menyimpan memori lebih lamban dari sebelumnya, bahkan membuat informasi tidak tersimpan dengan baik di dalam memori.
Lupa di usia juga dapat muncul karena faktor traumatis maupun non-traumatis. Faktor traumatis dapat berupa trauma yang muncul di kepala akibat pernah terbentur dengan keras. Sementara faktor non-traumatis muncul akibat adanya pembuluh darah yang terganggu walaupun tidak pernah terbentur apapun
.
.
Menjadi pelupa merupakan suatu hal yang wajar dalam pertambahan usia. Namun sebagian orang lebih mudah lupa daripada orang lain, meskipun usianya masih tergolong muda. Kondisi ini kemungkinan pertanda dari gangguan kognitif ringan atau yang lebih dikenal dengan mild cognitive impairment (MCI).


Apa itu gangguan kognitif ringan?

Gangguan kognitif ringan adalah penurunan fungsi kognitif yang ditemukan pada seseorang, yang kondisinya lebih serius untuk individu seusianya. Kondisi ini berkaitan dengan sel saraf otak sebagai organ yang berperan dalam mengingat dan berpikir, ataupun riwayat pengobatan yang mempengaruhi aliran darah menuju otak.

Apa gejala dan ciri gangguan kognitif ringan?

Karena masih tergolong ringan, gangguan kognitif ini tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas atau kehidupan penderitanya. Gejala gangguan kognitif ringan yang paling sering muncul di antaranya sering melupakan benda pribadi, melupakan janji atau jadwal yang bukan rutinitas, serta kesulitan mengingat nama seseorang. Beberapa hal tersebut termasuk gejala dari gangguan kognitif ringan amnestik.

Selain itu gangguan kognitif juga dapat bersifat nonamnestik yang mempengaruhi kemampuan berpikir. Sehingga seseorang yang mengalaminya sering mengalami kesulitan untuk mengatur hal, membuat perencanaan, atau memberikan penilaian. Baik gangguan ingatan ataupun gangguan berpikir dapat terjadi secara bersamaan pada orang yang sama.

Karena memiliki gejala yang tidak spesifik seperti mudah lupa, maka penegakan diagnosis dari gangguan kognitif ringan cukup kompleks. Pemeriksaan untuk memastikan gangguan ini meliputi riwayat pengobatan, riwayat dementia pada keluarga, status kesehatan mental, serta memeriksakan kondisi kejiwaan untuk menghilangkan dugaan gangguan kesehatan mental dengan gejala serupa sepeti skizofrenia, depresi, atau gangguan bipolar.

Apa penyebab gangguan kognitif ringan?

Penyebab gangguan kognitif ringan diduga karena adanya kerusakan pada bagian otak yang serupa pada penderita dementia. Akibatnya terjadi beberapa perubahan pada:
penumpukan plak beta-amyloid pada otak
kekurangan aliran darah ke otak
beberapa kerusakan kecil akibat stroke
mengecilnya bagian otak tertentu
pembengkakan pembuluh darah otak akibat cairan
kurangnya kadar glukosa pada bagian otak yang bertugas untuk berpikir

Apakah penderita gangguan kognitif ringan akan mengidap demensia atau Alzheimer?

Gangguan kognitif ringan tidak termasuk dari gejala demensia karena dampaknya yang tidak cukup serius dan penderita masih bisa beraktivitas sendiri. Meskipun demikian, gangguan ini dianggap sebagai gejala awal dari demensia dan dapat berkembang menjadi Alzheimer yang merupakan salah satu gejala dari dementia.

Namun, hanya 10-15% penderita gangguan kognitif ringan yang berakhir dengan dementia. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada otak juga dapat diperbaiki dengan perubahan gaya hidup. Selain itu, gejala gangguan kognitif ringan seperti mudah lupa dan mengalami kesulitan berpikir dapat dipicu oleh faktor stress.

Faktor paling penting dari perkembangan gangguan kognitif ringan menjadi demensia adalah usia. Ditambah lagi jika terdapat faktor riwayat penyakit kardiovaskuler, obesitas, dan diabetes yang meningkatkan risiko dementia. Kerusakan akibat peningkatan kadar protein amyloid pada sirkulisasi cairan otak juga merupakan faktor penting, namun akan sulit untuk dikenali dan memberikan jawaban pasti apakah gangguan kognitif ringan tersebut dapat berkembang menjadi dementia.

Cara mencegah dan mengatasi gangguan kognitif ringan

Perubahan gaya hidup merupakan upaya yang dapat mencegah sekaligus menghambat perkembangan dari gangguan kognitif ringan. Hal ini dikarenakan kerusakan otak dapat dimulai saat seseorang mengalami obesitas, atau saat terjadi gangguan pada jantung pada pembuluh darah yang menghambat suplai darah dengan oksigen otak. Upaya menjaga kesehatan fisik dalam pencegahan penurunan kognitif dapat dilakukan dengan cara:
Rutin beraktivitas fisik
Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah
Berhenti merokok
Menerapkan pola gizi seimbang, terutama dengan mengonsumsi sumber protein, sayur dan buah

Selain menjaga kesehatan fisik, penderita gangguan kognitif ringan juga disarankan mengikuti kegiatan yang menstimulasi kemampuan kognitif, seperti aktif dalam kegiatan sosial, menyelesaikan puzzle, dan membaca. Namun hingga saat ini, penurunan kemampuan kognitif otak dan dementia tidak dapat ditangani dengan konsumsi obat. Kombinasi dalam menjaga kesehatan mental dan fisik dapat memperbaiki kemampuan kognitif dan mencegahnya untuk berkembang menjadi dementia

Tips agar tidak mudah lupa Cek disini

Sumber
.
.
https://www.kompasiana.com/sharfina/5a23a31d677ffb6d3f21a112/masih-muda-tapi-sering-lupa-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya?page=1
.
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/sering-lupa-gangguan-kognitif-ringan/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME K3RS Areta Ardiningrum 1911211035 Dasar-Dasar K3 A3 ________________ Dosen Pengampu:  Aulia Rahman,SKM, MKM _______________________ Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Padang Tahun 2020

TUGAS RESUME

Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Nama                      : Areta Ardiningrum NIM                         : 1911211035 Mata Kuliah          : Manajemen Bencana Kelas                       : A3 Dosen Pengampu : Aulia Rahman, SKM, MKM _______________________________________________ Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas